Beranda Resensi Pengelolaan Perikanan Laut Berkelanjutan
Saturday, 23 August 2014
Pengelolaan Perikanan Laut Berkelanjutan
Wednesday, 24 February 2010 14:06

 


 




Di balik potensi perikanan laut yang besar, kelangkaan sumber daya dan kerusakan habitat mengancam pengembangannya. Diperlukan model pengelolaan yang berkelanjutan.



Peran ekonomi dan sosial pemanfaatan sumberdaya ikan nampak masih sangat besar besar, sehingga telah memberikan ruang bagi pengembangan perikanan lebih luas khususnya perikanan laut yang secara kuantitafi produksinya mencapai lebih dari 70% total produksi ikan di Indonesia. Negara-negara di Asia selain menjadi produsen ikan terbesar juga menjadi konsumen utama dari hasil perikanan.

Di sisi lain, kelangkaan dan kerusakan sumberdaya ikan dan habitatnya semakin meluas, yang dikhawatirkan pada gilirannya berimbas pada berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menurut data FAO diperkirakan lebih dari 60% stok ikan dunia telah diekploitasi pada tingkat penuh sampai tingkat rusak (depleted), dan diantaranya tidak lebih dari 1% yang pulih kembali.

Buku karya Dr Johanes Widodo dan Suadi ini dapat menjadi acuan akan pentingnya sumberdaya ikan dan berbagai permasalahan dalam pengelolaannya (seperti dibahas pada Bab I sampai Bab IV).

Tarik-ulur antara ekonomi dan konservasi sumberdaya ikan dikhawatirkan akan terus meningkat jika sumberdaya ini tidak dikelola secara bijaksana, apalagi gairah membangun perikanan dan kelautan saat ini sedang memuncak.

Beberapa pertimbangan dan tujuan pengelolaan serta dasar biologi pengelolaan perikanan secara berkelanjutan di bahas lebih jauh dalam Bab V sampai Bab VII. Pertimbangan-pertimbangan tersebut meliputi pertimbangan biologi, ekonomi, dan sosial sehingga melahirkan berbagai model pengelolaan perikanan.

Model biologi menjadi fokus utama dalam buku ini, walaupun dalam pembahasan juga meliputi beberapa pertimbangan sosial, dan ekonomi. Model-model yang dimaksud meliputi model konvensional yang telah dikenal seperti model surplus produksi yang telah dijadikan acuan dalam pengaturan “total allowable catch” (TAC) oleh pemerintah sejak tahun 1985.

Perikanan tropis khas Indonesia
Ada pula pembahasan khusus Perikanan Multijenis, yang tentu saja menjadi ciri perikanan di daerah tropis seperti Indonesia. Selanjutnya, beberapa isu dan pengalaman internasional juga dikemukan secara khusus pada bagian akhir buku ini guna menjadi acuan arah pengelolaan sumberdaya ikan.

Tentu saja, untuk membangun perikanan secara berkelanjutan perlu kerjasama dari berbagi pihak untuk tidak mengulangi pengalaman kegagalan pengelolaan perikanan di Kanada. Ketika itu para politisi menyalahkan ahli perikanan karena berbagai temuan teknologinya, sebaliknya politisi juga dipersalahkan karena kebijakannya yang terus mendorong ke arah eksploitasi. Pada gilirannya juga nelayan serta industri perikanan menjadi bagian dari saling menyalahkan.

Buku ini oleh salah satu penulisnya, Suadi, diharapkan bisa menjadi acuan bagi kegiatan pembelajaran dan pengkajian sumberdaya, serta sedikit banyak juga bagi pengambilan kebijakan pengelolaan perikanan secara bijaksana di negeri ini.

Mewakili penulis pertama buku ini, secara khusus ini adalah warisan yang berharga dari almarhum Dr. Johannes Widodo yang penulis kenal selalu menjadi acuan bagi pengembangan perikanan laut di Indonesia, sampai sebelum beliau berpulang.

Tentu saja pengelolaan perikanan tidak diharapkan untuk selalu membatasi gerak gerik para pemanfaat sumberdaya, tapi diharapkan dapat menjadi acuan akan arah kemana sumberdaya ikan dimanfaatkan guna keberlanjutan bersama. *

Disarikan dari artikel Sinopsis Buku "Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut" karya Suadi, di website http://suadi.staff.ugm.ac.id/?p=39

Suadi adalah pengajar di Jurusan Ilmu Perikanan dan Kelautan
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Sekarang sedang menempuh studi doktoral di Tokyo University of Agriculture and Technology
United Graduate School of Agricultural Sciences, Lab. of Intl. Agricultural Development, Ibaraki University

Detil Buku
Judul Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut
Penerbit Gadjah Mada University Press, UGM, Yogyakarta
www.gmup.ac.id
Penulis: Johanes Widodo dan Suadi
Tebal: 252 halaman
Ukuran: 21 cm x 14,5 cm
Berat: 290 gram

(yppti.org)