Beranda Warta Pendidikan Kejuruan Daya Tampung SMK Negeri di DKI Minim
Sunday, 21 December 2014
Daya Tampung SMK Negeri di DKI Minim
Tuesday, 29 June 2010 00:00

Daya tampung untuk penerimaan siswa baru di 64 SMK negeri hanya 15.993 dari  lulusan siswa SMP yang mencapai 132 ribu. Hal ini membuat para orang tuya murid mesti bersiap untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta yang membutuhkan dana lebih besar.

Apalagi,  daya tampung 157 SMA negeri hanya mampu menerima 30.972 murid. Total hanya sekitar 35 persen dari siswa yang lulus SMP di seluruh DKI Jakarta.
Kondisi itu mengakibatkan sebanyak 65 persen atau 85.732 siswa lulusan SMP yang tidak diterima di sekolah negeri mau tak mau harus mendaftarkan ke SMA/SMK swasta.

Tri Mastuti, 41 tahun, misalnya, pernah merasakan beratnya membayar uang masuk sekolah untuk anaknya. “Total 5 juta rupiah saya gunakan untuk bayar uang gedung, uang SPP, seragam dan lain-lain,” katanya menceritakan saat anaknya, Aldino, masuk sekolah di SMK Bina Putra, Kemang, Jakarta Selatan.

 

Kekhawatiran para orang tua itu, menurut Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia Ading Sutisna, wajar terjadi karena pendidikan saat ini cenderung bersifat komersial.

 

“Cenderung komersial karena peraturan yang dikeluarkan pemerintah memungkinkan sekolah melakukan hal itu. Pemerintah menganut ekonomi pasar di pendidikan,” ujarnya menanggapi terbatasnya daya tampung siswa baru untuk SMA/SMK di DKI Jakarta, kepada Koran Jakarta. *Inung Gunarba

 

Vokasi dalam Angka

86 %

Sejumlah 86 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah sepanjang 2010 hingga tahun ini, telah terserap ke dunia industri. Sementara sisanya, merintis wirausaha dan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Berita terkait: 86% Lulusan SMK di Jateng Terserap Industri

Cari