<![CDATA[YPPTI - Blog]]>Wed, 19 Feb 2020 09:50:41 -0800Weebly<![CDATA[KITA SAMA, KITA INDONESIA]]>Tue, 18 Feb 2020 15:16:25 GMThttp://yppti.org/blog/kita-sama-kita-indonesia

Oleh : Pritha Aritonang.

"Kakak, Papua itu Indonesia kah?"

Lain waktu pertanyaan lain muncul, "Kakak,kenapa kitong punya rambut keriting tapi kakak pu rambut Lolo ( Lurus)?"

"Kalau boleh kitong pu rambut lurus boleh."

Pertanyaan pertanyaan yang membuat saya terkejut, karena dilontarkan oleh adik angkat saya yang umurnya  baru 9 tahun

​ "Kakak, Papua itu Indonesia kah?"

Lain waktu pertanyaan lain muncul, "Kakak,kenapa kitong punya rambut keriting tapi kakak pu rambut Lolo ( Lurus)?"

"Kalau boleh kitong pu rambut lurus boleh."

Pertanyaan pertanyaan yang membuat saya terkejut, karena dilontarkan oleh adik angkat saya yang umurnya  baru 9 tahun.

Dan dengan segera saya jawab,
"Tentu saja, Papua itu adalah bagian dari Negara Indonesia."
Saya menjelaskan seraya menunjukkan Atlas yang memuat Peta Indonesia dan dimana tepatnya Papua berada dan menceritakan ada pulau apa saja selain Papua, dan tentu saja semua adalah bagian dari Negara Indonesia. Dan rambut keriting tidak lantas mengurangi nilai mereka sebagai satu kesatuan Indonesia.
 
Tak pernah terbayang ataupun terbersit dalam angan sekalipun, berkesempatan untuk tinggal, belajar bersama, berproses bersama di pulau paling timur dari Indonesia ini, Papua.

Surga kecil yang jatuh ke bumi, bukan tanpa alasan kalimat ini diucapkan. Kekayaan alam melimpah, masyarakat dengan adat yang sangat kental dengan budaya berbagi, gotong royong dan satu hal yang paling hebat adalah toleransi. Tidak memaksakan apa yang dirasa benar.

Saya tinggal di salah satu desa di Kabupaten Sorong Selatan yang bernama Benawa, jika dihitung waktu tempuh dari Sorong, perjalanan menuju desa Benawa  adalah 10 jam dengan perjalanan darat dan laut.

Sekolah ada, namun saat saya sampai, guru sudah tidak mengajar dan hanya datang saat ujian nasional dalam lima tahun terakhir. Tingkat baca tulis cukup rendah saat itu. Saya memilih untuk bermain dan belajar huruf bersama adik adik, belajar yang tak harus digedung tetapi bisa dimana saja. Di pinggir sungai, di bawah pohon, bahkan di sebua ( Rumah Adat).
 
Perlahan tapi pasti, adik adik mulai mengenal huruf, mengeja, membaca dan kami belajar mengenai banyak hal yang ada di pulau-pulau lain. Perlahan tapi pasti, penyadaran mengenai pentingnya pendidikan dan kehadiran guru mulai kami gaungkan. Karena walaupun adik-adik berada jauh dari kota, mereka pun berhak untuk mendapatkan pendidikan, dan tenaga pendidik yang layak. Januari tahun 2018 adalah momen tak terlupakan,  karena guru yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang, setelah perjuangan dua tahun menunggu. Adik adik senang bukan kepalang, karena aktivitas di sekolah akan dimulai. Perjuangan panjang, yang tentu saja memerlukan pelibatan dan peran orang tua, aparat kampung , pihak gereja bahkan dinas pendidikan hingga pemerintahan yang lebih  tinggi saat itu.

Selain kehadiran guru, perpustakaan mini dengan berbagai buku bacaan anak juga sudah ada di Benawa. Sehingga adik adik bisa mengakses pengetahuan lebih luas lagi lewat membaca.
 
Perkembangan lain yang tak kalah penting adalah melihat peran dan keterlibatan orang tua secara langsung dalam pendidikan anak, terutama di rumah. Penyadaran bahwa belajar tak melulu harus dilakukan di Sekolah, tetapi juga bisa dilakukan saat di hutan, tokok sagu, berburu dan menangkap ikan di Sungai.

Tentu saja dibutuhkan peran berbagai pihak agar semua hal yang sudah dimulai ini berjalan dengan baik kedepannya.

Walaupun bentuk kita berbeda, kita tetap satu Indonesia.
 
Perbedaan ini justru membuat keunikan pada setiap kita, perbedaan justru membuat kita belajar untuk belajar mengenai banyak hal
 Perbedaan justru membuat kita bersatu lebih erat lagi. Semangat inilah yang seharusnya terus kita gaungkan, bahkan sampai di tempat adik adik kita di Papua.
 
Kalian tahu? Mendengarkan suara adik adik menyanyikan Indonesia Raya dengan lantang,  melihat mereka selalu bangun lebih pagi untuk sampai di Sekolah lebih dulu, mendengarkan keseriusan dalam merangkai huruf menjadi kata dan kalimat, membuatku yakin suatu saat akan muncul pemimpin baru dari Benawa , Papua Barat, Indonesia.
 
Kita Sama, Kita Indonesia.

Saya berharap, pendidikan layak, akses untuk berkembang tak hanya bergaung di Kota besar saja, tetapi juga akan sampai ke Papua.

Dan semua anak anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Jakarta sampai Papua bisa dengan bangga bisa berkata, Ini Kami Indonesia!
]]>
<![CDATA[Nasia Damawe]]>Wed, 12 Feb 2020 00:01:07 GMThttp://yppti.org/blog/nasia-damawe
Selamat datang di blog kami, para penggerak Sorong Selatan. Nantikan cerita-cerita kami!
]]>